Aduh..judul posting kali ini bener-bener gimanaaa gituh..Hmm sebenernya sih ga tau entah kenapa akhir-akhir ini gue lagi berasa lonely gimanaaaa gitu..entah kenapa juga gue ga tau..padahal di rumah, di kantor orang-orang selalu mengelilingi gue..dan apalagi lebaran ini temen-temen gue yang merantau balik ke jakarta..ngumpul-ngumpul? sudah pasti..mungkin ini cuma perasaan sesaat aja. Mungkin gara-gara gue keseringan dengerin lagu dengan judul yg sama kali yah --officially missing you--
All i hear is raindrops
Falling on the roof top
Tell me why you have to go
Coz this pain i'm feeling won't go away
and today..
i'm officially missing you..
Can't nobody do it like you
Say every little thing you do
Say, stay on my mind
And i..
i'm officially missing you..
Selasa, 23 Oktober 2007
Rabu, 10 Oktober 2007
Ramadhan yang akan berakhir
Tidak terasa ramadhan yang dinanti dan disambut dengan suka cita setiap tahunnya akan segera berakhir. Begitu cepat rasanya, sebentar lagi - 3 hari tepatnya - segala hal-hal tentang kenikmatan beribadah satu-persatu hilang dari berbagai sudut kehidupan ---adoohh..makin malem kayanya bahasa indo gue naek ke level advance..qeqeqe-- contohnya : dengan segera layar kaca kita tidak lagi ramai menyangkan sinetron tema ramadhan, dan semakin dekat hari berakhir nya ramadhan maka semakin berkurang pula derita yang dialami tokoh peran utama di sinetron2 tersebut. Jangan tanya kenapa gue bisa tau, orang cerdas pasti bisa langsung jawab. Ya! gue emang rajin ngikutin sinetron begituan, karena rasanya beda aja dan pastinya gue tau kalo sinetron ini durasi tayangnya ga lama -- maksimal 2 bulan lah-- jadi ga akan ada sekuel-sekuel ga jelas yang mana pemaennya dah berganti generasi --pasti tau kan yah sinetron apa yang gue maksud--..hehhe
Adooh..bener kan, makin ngelantur nih.
Ramadhan ini bener-bener beda bagi gue dan keluarga. karena tahun ini gue merasakan sahur dan berbuka dengan saudara-saudara gue yang jadi korban kebakaran. Yup, samapi saat ini rumah gue masih dihuni sama kurang-lebih 17 orang. ibarat lalulintas, keadaan rumah gue sekarang padat merayap. Ini semua mungkin cobaan yang tuhan kasih buat gue ma keluarga, mungkin DIA pengen ngeliat keluarga gue ngumpul --keluarga besar. Walaupun antara keluarga besar memang tidak ada masalah yang berarti, tapi entah karena pesona kesibukan kota jakarta ini menyebabkan sulitnya pertemuan atau sekedar saling kunjung. Sibuk-thats the only reason atau satu-satunya kambing hitam yang masuk akal. Padahal antara rumah gue dan rumah saudara-saudara gue itu ngga jauh --masih satu kelurahan. Bahkan setelah musibah ini pun gue belum sempet lihat gimana keadaan rumah disana. Nakal.
oia, novel gue belum beranjak dari 3 halaman. hiks.
Gue berharap ada hikmah yang indah dibalik musibah ini. amiiin.
Btw, Selamat Lebaran. Minal Aidin Wal Faidzin.
Adooh..bener kan, makin ngelantur nih.
Ramadhan ini bener-bener beda bagi gue dan keluarga. karena tahun ini gue merasakan sahur dan berbuka dengan saudara-saudara gue yang jadi korban kebakaran. Yup, samapi saat ini rumah gue masih dihuni sama kurang-lebih 17 orang. ibarat lalulintas, keadaan rumah gue sekarang padat merayap. Ini semua mungkin cobaan yang tuhan kasih buat gue ma keluarga, mungkin DIA pengen ngeliat keluarga gue ngumpul --keluarga besar. Walaupun antara keluarga besar memang tidak ada masalah yang berarti, tapi entah karena pesona kesibukan kota jakarta ini menyebabkan sulitnya pertemuan atau sekedar saling kunjung. Sibuk-thats the only reason atau satu-satunya kambing hitam yang masuk akal. Padahal antara rumah gue dan rumah saudara-saudara gue itu ngga jauh --masih satu kelurahan. Bahkan setelah musibah ini pun gue belum sempet lihat gimana keadaan rumah disana. Nakal.
oia, novel gue belum beranjak dari 3 halaman. hiks.
Gue berharap ada hikmah yang indah dibalik musibah ini. amiiin.
Btw, Selamat Lebaran. Minal Aidin Wal Faidzin.
Jumat, 05 Oktober 2007
Another Night in Office
Udah lama ngga update blog nih. Hari ini gue menghabiskan malam di kantor..hiks (berlebihan sih-). tapi bener deh, hari ini gue berasa banget kerjaan gue tuh ngga ada habisnya. heran!!
Tapi ya sudahlah toh itu adalah tanggungjawab dari pekerjaan gue, dan apa yang harus gue bayar dari apa yang selama ini perusahaan bayar ke gue.
Ada cerita sedih di hari kemarin (maaf, buat yang demen nonton sinetron cerita gue ini bukan tentang marshanda yang disiksa dari episode ke episode). Tapi cerita gue ini ngga kalah mengerikan dari apa yang meriam bellina perbuat ke marshanda (masih di sinetron yang sama).
Kemarin, hari kamis 4 oktober tepatnya jam 4 sore kebakaran hebat terjadi lagi di wilayah tambora (masih satu kelurahan sama rumah gue). Lebih tepatnya lagi di lokasi yang sama saat kebakaran hebat bulan mei lalu. Saat itu, kebakaran berawal dari rumah di belakang kelurahan dan terus merembet ke arah pemukiman warga di pinggir kali bahkan ke seberang rel kereta.
Namun, ada yang gue syukuri saat itu. Rumah nenek gue yang dekat sekali dengan lokasi kebakaran selamat (tidak terbakar). Api berhenti tepat di rumah depan rumah nenek gue, SUBHANALLAH.
Tapi, kejadian kemarin seolah meneruskan apa yang belum terselesaikan di bulan mei. Ibaratnya kalau film laris, ini adalah sekuelnya. Dan seperti umumnya yang terjadi di setiap sekuel film, kebakaran ini sama sekali tidak bagus (terutama dari pihak gue dan keluarga).
Hal ini disebabkan karena rumah nenek yang awalnya selamat dari lalapan si jago merah, kali ini tidak luput dari jilatannya. Api yang memang berawal dari 2 rumah di sebelah rumah nenek, tidak lagi bisa mencegah api sampai ke bagian belakang rumah dan tanpa basa-basi melalap atap rumah dan lantai atas. Alhamdulillah, semua penghuni rumah sudah lebih dulu di evakuasi ke rumah gue dengan membawa apa saja yang bisa dan sanggup untuk dibawa.
Menyedihkan. Mengerikan. Meninggalkan memori yang buruk di bulan Ramadhan ini.
Saat ini mereka semua masih ngungi di rumah. Entah sampai kapan. Entah kapan rumah itu bisa dibangun kembali. Entah masih bisa dan sanggup kembali ke rumah itu. memori itu begitu melekat bagi mereka. Dua kali kebakaran hebat dalam kurun waktu yang singkat. Saat ini, entah bagaimana mereka semua korban kebakaran--tidak hanya di tambora, karena beberapa waktu ini sering sekali terjadi kebakaran--disengaja atau tidak tidak ada yang tahu jawabannya.
Apakah benar ini cara Jakarta -ibukota tercinta- berbenah diri?
Tapi ya sudahlah toh itu adalah tanggungjawab dari pekerjaan gue, dan apa yang harus gue bayar dari apa yang selama ini perusahaan bayar ke gue.
Ada cerita sedih di hari kemarin (maaf, buat yang demen nonton sinetron cerita gue ini bukan tentang marshanda yang disiksa dari episode ke episode). Tapi cerita gue ini ngga kalah mengerikan dari apa yang meriam bellina perbuat ke marshanda (masih di sinetron yang sama).
Kemarin, hari kamis 4 oktober tepatnya jam 4 sore kebakaran hebat terjadi lagi di wilayah tambora (masih satu kelurahan sama rumah gue). Lebih tepatnya lagi di lokasi yang sama saat kebakaran hebat bulan mei lalu. Saat itu, kebakaran berawal dari rumah di belakang kelurahan dan terus merembet ke arah pemukiman warga di pinggir kali bahkan ke seberang rel kereta.
Namun, ada yang gue syukuri saat itu. Rumah nenek gue yang dekat sekali dengan lokasi kebakaran selamat (tidak terbakar). Api berhenti tepat di rumah depan rumah nenek gue, SUBHANALLAH.
Tapi, kejadian kemarin seolah meneruskan apa yang belum terselesaikan di bulan mei. Ibaratnya kalau film laris, ini adalah sekuelnya. Dan seperti umumnya yang terjadi di setiap sekuel film, kebakaran ini sama sekali tidak bagus (terutama dari pihak gue dan keluarga).
Hal ini disebabkan karena rumah nenek yang awalnya selamat dari lalapan si jago merah, kali ini tidak luput dari jilatannya. Api yang memang berawal dari 2 rumah di sebelah rumah nenek, tidak lagi bisa mencegah api sampai ke bagian belakang rumah dan tanpa basa-basi melalap atap rumah dan lantai atas. Alhamdulillah, semua penghuni rumah sudah lebih dulu di evakuasi ke rumah gue dengan membawa apa saja yang bisa dan sanggup untuk dibawa.
Menyedihkan. Mengerikan. Meninggalkan memori yang buruk di bulan Ramadhan ini.
Saat ini mereka semua masih ngungi di rumah. Entah sampai kapan. Entah kapan rumah itu bisa dibangun kembali. Entah masih bisa dan sanggup kembali ke rumah itu. memori itu begitu melekat bagi mereka. Dua kali kebakaran hebat dalam kurun waktu yang singkat. Saat ini, entah bagaimana mereka semua korban kebakaran--tidak hanya di tambora, karena beberapa waktu ini sering sekali terjadi kebakaran--disengaja atau tidak tidak ada yang tahu jawabannya.
Apakah benar ini cara Jakarta -ibukota tercinta- berbenah diri?
Langganan:
Postingan (Atom)