Hidup di ibukota memang tidak selamanya senang dan tidak semua orang bisa merasakan kesenangan, kenyamanan, dan keamanan yg sama. Hampir semua penduduk kota jakarta mengeluhkan kemacetan, polusi, tingkat kebersihan yang rendah dan bla..bla..bla.. lainnya yang jadi makanan sehari-hari orang jakarta. Gue salah satunya, setiap pagi berangkat dari rumah ke kantor untungnya tidak mengalami kemacetan di pagi hari tapi kalau sore hari jangan ditanya deh.. perjalanan yang biasanya cuma makan waktu 45 menit bisa jadi 2 jam--dgn waktu selama ini gue harusnya bisa sampe bogor yah--Dan ada satu pemandangan yang gue temuin setiap harinya adalah para penghibur didalem bis kota.
Pengamen..setiap orang yang pernah naek bus kota pasti pernah dapet hiburan dari pengamen. Dari yang nyanyi bener2 niat--bawa2 alat musik (biasanya gitar+drum yg cuma ada bagian atasnya)-- dan punya suara yg lumayan enak didenger sampe yang ngamen dengan alakadarnya--yg model gini biasanya yg kedengeran cm gumamanny aja, malah lebih mirip kaya orang ga bisa ngomong..upss, sori..kasar memang tapi memang begitu adanya demi memenangkan belas kasihan dari penumpang-- Dan ironisnya, semakin lama profesi ini semakin menjamur..jangan2 udah jadi the most wanted job kali ya....
Pengemis..biasanya orang yang udah tuaa, punya cacat fisik, baru keluar dari penjara (yg ini paling nyeremin, coz ngemisnya sambil ngebentak-bentak) atau yang paling mengenaskan dan mengesalkan adalah ibu2 dengan menggendong bayi yang masih kecil..bahkan anak2 kecil dengan menggendong ade bayi mereka..dan parahnya kerja mereka tidak mengenal siang dan malam..Sering bertanya dalam hati, sebegitu sulitnya kah keadaan mereka hingga mengorbankan anak2 yang masih kecil demi uang2 kecil dari para penumpang-- Dan ironisnya, semakin lama profesi ini semakin digemari terbukti dari jumlahnya yanga semakin meningkat dan meningkat..
Pemerintah sepertinya sudah mulai gerah dengan menjamurnya profesi2 baru ini..baru2 ini telah dikeluarkan perda yang mengatur pembersihan pengemis, asongan, dan pedagang kaki lima..peraturan diberlakukan tidak hanya untuk mereka, tapi juga untuk orang2 berhati baik yang memberikan sedikit sedekah kepada mereka...siapa pun yang memberikan uang kepada pengemis akan di ganjar hukuman kurungan atau denda uang..Hmmm..dilema memang, ini ibarat dua sisi koin yang berbeda. Disatu sisi kita ingin membantu mereka agar merasakan hidup yang sedikit lebih baik, di satu sisi lain bantuan ini malah tidak menjadikan mereka menyadari dan membangun hidup tetapi dijadikan sebagai tumpuan hidup dan sumber mata pencaharian mereka...
Apakah Perda ini benar2 solusi terbaik...apakah akan ada perubahan.
Gue cuma berharap kehidupan ini akan menjadi lebih baik untuk semua orang.