semua tentang keseharian gue

Rabu, 10 Oktober 2007

Ramadhan yang akan berakhir

Tidak terasa ramadhan yang dinanti dan disambut dengan suka cita setiap tahunnya akan segera berakhir. Begitu cepat rasanya, sebentar lagi - 3 hari tepatnya - segala hal-hal tentang kenikmatan beribadah satu-persatu hilang dari berbagai sudut kehidupan ---adoohh..makin malem kayanya bahasa indo gue naek ke level advance..qeqeqe-- contohnya : dengan segera layar kaca kita tidak lagi ramai menyangkan sinetron tema ramadhan, dan semakin dekat hari berakhir nya ramadhan maka semakin berkurang pula derita yang dialami tokoh peran utama di sinetron2 tersebut. Jangan tanya kenapa gue bisa tau, orang cerdas pasti bisa langsung jawab. Ya! gue emang rajin ngikutin sinetron begituan, karena rasanya beda aja dan pastinya gue tau kalo sinetron ini durasi tayangnya ga lama -- maksimal 2 bulan lah-- jadi ga akan ada sekuel-sekuel ga jelas yang mana pemaennya dah berganti generasi --pasti tau kan yah sinetron apa yang gue maksud--..hehhe

Adooh..bener kan, makin ngelantur nih.
Ramadhan ini bener-bener beda bagi gue dan keluarga. karena tahun ini gue merasakan sahur dan berbuka dengan saudara-saudara gue yang jadi korban kebakaran. Yup, samapi saat ini rumah gue masih dihuni sama kurang-lebih 17 orang. ibarat lalulintas, keadaan rumah gue sekarang padat merayap. Ini semua mungkin cobaan yang tuhan kasih buat gue ma keluarga, mungkin DIA pengen ngeliat keluarga gue ngumpul --keluarga besar. Walaupun antara keluarga besar memang tidak ada masalah yang berarti, tapi entah karena pesona kesibukan kota jakarta ini menyebabkan sulitnya pertemuan atau sekedar saling kunjung. Sibuk-thats the only reason atau satu-satunya kambing hitam yang masuk akal. Padahal antara rumah gue dan rumah saudara-saudara gue itu ngga jauh --masih satu kelurahan. Bahkan setelah musibah ini pun gue belum sempet lihat gimana keadaan rumah disana. Nakal.


oia, novel gue belum beranjak dari 3 halaman. hiks.
Gue berharap ada hikmah yang indah dibalik musibah ini. amiiin.

Btw, Selamat Lebaran. Minal Aidin Wal Faidzin.

0 komentar: