Udah lama ngga update blog nih. Hari ini gue menghabiskan malam di kantor..hiks (berlebihan sih-). tapi bener deh, hari ini gue berasa banget kerjaan gue tuh ngga ada habisnya. heran!!
Tapi ya sudahlah toh itu adalah tanggungjawab dari pekerjaan gue, dan apa yang harus gue bayar dari apa yang selama ini perusahaan bayar ke gue.
Ada cerita sedih di hari kemarin (maaf, buat yang demen nonton sinetron cerita gue ini bukan tentang marshanda yang disiksa dari episode ke episode). Tapi cerita gue ini ngga kalah mengerikan dari apa yang meriam bellina perbuat ke marshanda (masih di sinetron yang sama).
Kemarin, hari kamis 4 oktober tepatnya jam 4 sore kebakaran hebat terjadi lagi di wilayah tambora (masih satu kelurahan sama rumah gue). Lebih tepatnya lagi di lokasi yang sama saat kebakaran hebat bulan mei lalu. Saat itu, kebakaran berawal dari rumah di belakang kelurahan dan terus merembet ke arah pemukiman warga di pinggir kali bahkan ke seberang rel kereta.
Namun, ada yang gue syukuri saat itu. Rumah nenek gue yang dekat sekali dengan lokasi kebakaran selamat (tidak terbakar). Api berhenti tepat di rumah depan rumah nenek gue, SUBHANALLAH.
Tapi, kejadian kemarin seolah meneruskan apa yang belum terselesaikan di bulan mei. Ibaratnya kalau film laris, ini adalah sekuelnya. Dan seperti umumnya yang terjadi di setiap sekuel film, kebakaran ini sama sekali tidak bagus (terutama dari pihak gue dan keluarga).
Hal ini disebabkan karena rumah nenek yang awalnya selamat dari lalapan si jago merah, kali ini tidak luput dari jilatannya. Api yang memang berawal dari 2 rumah di sebelah rumah nenek, tidak lagi bisa mencegah api sampai ke bagian belakang rumah dan tanpa basa-basi melalap atap rumah dan lantai atas. Alhamdulillah, semua penghuni rumah sudah lebih dulu di evakuasi ke rumah gue dengan membawa apa saja yang bisa dan sanggup untuk dibawa.
Menyedihkan. Mengerikan. Meninggalkan memori yang buruk di bulan Ramadhan ini.
Saat ini mereka semua masih ngungi di rumah. Entah sampai kapan. Entah kapan rumah itu bisa dibangun kembali. Entah masih bisa dan sanggup kembali ke rumah itu. memori itu begitu melekat bagi mereka. Dua kali kebakaran hebat dalam kurun waktu yang singkat. Saat ini, entah bagaimana mereka semua korban kebakaran--tidak hanya di tambora, karena beberapa waktu ini sering sekali terjadi kebakaran--disengaja atau tidak tidak ada yang tahu jawabannya.
Apakah benar ini cara Jakarta -ibukota tercinta- berbenah diri?
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar