My Sweet Turtle Story

semua tentang keseharian gue

Rabu, 21 November 2007

Liburan (part 1)

4 hari di pulau dewata bareng teman-teman kantor setidaknya sudah menghilangkan banyak dari kepenatan dan kebosanan rutinitas yg gue rasain. Lucunya, liburan kita ini ga cuma bikin semanget tapi juga jadi ajang latihan kesabaran. Jadi dari rencananya yang mau berangkat ke bali 13 orang di hari H menyusut menjadi 6 orang (5 Wanita 1 Pria). Mantap sekali yah formasinya, tapi sebetulnya masih baguslah ada cowonya, lumayan buat bodyguard kalo lagi jalan malem. Tapi ternyata yang kita alamin adalah uji kesabaran meladeni si cowo satu ini. äjeng" begitu kita panggil dia. ini dikarenakan kelakuannya itu udah kaya sifat lahiriah cewe--walopun gue merasa ga separah itu-- lama kalo ngapa2in. hehehhe.. maap yah pren, tampaknya gue ga lulus uji kesabaran itu.

Selasa, 23 Oktober 2007

Officially Missing You

Aduh..judul posting kali ini bener-bener gimanaaa gituh..Hmm sebenernya sih ga tau entah kenapa akhir-akhir ini gue lagi berasa lonely gimanaaaa gitu..entah kenapa juga gue ga tau..padahal di rumah, di kantor orang-orang selalu mengelilingi gue..dan apalagi lebaran ini temen-temen gue yang merantau balik ke jakarta..ngumpul-ngumpul? sudah pasti..mungkin ini cuma perasaan sesaat aja. Mungkin gara-gara gue keseringan dengerin lagu dengan judul yg sama kali yah --officially missing you--

All i hear is raindrops
Falling on the roof top
Tell me why you have to go
Coz this pain i'm feeling won't go away
and today..
i'm officially missing you..

Can't nobody do it like you
Say every little thing you do
Say, stay on my mind
And i..
i'm officially missing you..


Rabu, 10 Oktober 2007

Ramadhan yang akan berakhir

Tidak terasa ramadhan yang dinanti dan disambut dengan suka cita setiap tahunnya akan segera berakhir. Begitu cepat rasanya, sebentar lagi - 3 hari tepatnya - segala hal-hal tentang kenikmatan beribadah satu-persatu hilang dari berbagai sudut kehidupan ---adoohh..makin malem kayanya bahasa indo gue naek ke level advance..qeqeqe-- contohnya : dengan segera layar kaca kita tidak lagi ramai menyangkan sinetron tema ramadhan, dan semakin dekat hari berakhir nya ramadhan maka semakin berkurang pula derita yang dialami tokoh peran utama di sinetron2 tersebut. Jangan tanya kenapa gue bisa tau, orang cerdas pasti bisa langsung jawab. Ya! gue emang rajin ngikutin sinetron begituan, karena rasanya beda aja dan pastinya gue tau kalo sinetron ini durasi tayangnya ga lama -- maksimal 2 bulan lah-- jadi ga akan ada sekuel-sekuel ga jelas yang mana pemaennya dah berganti generasi --pasti tau kan yah sinetron apa yang gue maksud--..hehhe

Adooh..bener kan, makin ngelantur nih.
Ramadhan ini bener-bener beda bagi gue dan keluarga. karena tahun ini gue merasakan sahur dan berbuka dengan saudara-saudara gue yang jadi korban kebakaran. Yup, samapi saat ini rumah gue masih dihuni sama kurang-lebih 17 orang. ibarat lalulintas, keadaan rumah gue sekarang padat merayap. Ini semua mungkin cobaan yang tuhan kasih buat gue ma keluarga, mungkin DIA pengen ngeliat keluarga gue ngumpul --keluarga besar. Walaupun antara keluarga besar memang tidak ada masalah yang berarti, tapi entah karena pesona kesibukan kota jakarta ini menyebabkan sulitnya pertemuan atau sekedar saling kunjung. Sibuk-thats the only reason atau satu-satunya kambing hitam yang masuk akal. Padahal antara rumah gue dan rumah saudara-saudara gue itu ngga jauh --masih satu kelurahan. Bahkan setelah musibah ini pun gue belum sempet lihat gimana keadaan rumah disana. Nakal.


oia, novel gue belum beranjak dari 3 halaman. hiks.
Gue berharap ada hikmah yang indah dibalik musibah ini. amiiin.

Btw, Selamat Lebaran. Minal Aidin Wal Faidzin.

Jumat, 05 Oktober 2007

Another Night in Office

Udah lama ngga update blog nih. Hari ini gue menghabiskan malam di kantor..hiks (berlebihan sih-). tapi bener deh, hari ini gue berasa banget kerjaan gue tuh ngga ada habisnya. heran!!
Tapi ya sudahlah toh itu adalah tanggungjawab dari pekerjaan gue, dan apa yang harus gue bayar dari apa yang selama ini perusahaan bayar ke gue.

Ada cerita sedih di hari kemarin (maaf, buat yang demen nonton sinetron cerita gue ini bukan tentang marshanda yang disiksa dari episode ke episode). Tapi cerita gue ini ngga kalah mengerikan dari apa yang meriam bellina perbuat ke marshanda (masih di sinetron yang sama).
Kemarin, hari kamis 4 oktober tepatnya jam 4 sore kebakaran hebat terjadi lagi di wilayah tambora (masih satu kelurahan sama rumah gue). Lebih tepatnya lagi di lokasi yang sama saat kebakaran hebat bulan mei lalu. Saat itu, kebakaran berawal dari rumah di belakang kelurahan dan terus merembet ke arah pemukiman warga di pinggir kali bahkan ke seberang rel kereta.
Namun, ada yang gue syukuri saat itu. Rumah nenek gue yang dekat sekali dengan lokasi kebakaran selamat (tidak terbakar). Api berhenti tepat di rumah depan rumah nenek gue, SUBHANALLAH.

Tapi, kejadian kemarin seolah meneruskan apa yang belum terselesaikan di bulan mei. Ibaratnya kalau film laris, ini adalah sekuelnya. Dan seperti umumnya yang terjadi di setiap sekuel film, kebakaran ini sama sekali tidak bagus (terutama dari pihak gue dan keluarga).
Hal ini disebabkan karena rumah nenek yang awalnya selamat dari lalapan si jago merah, kali ini tidak luput dari jilatannya. Api yang memang berawal dari 2 rumah di sebelah rumah nenek, tidak lagi bisa mencegah api sampai ke bagian belakang rumah dan tanpa basa-basi melalap atap rumah dan lantai atas. Alhamdulillah, semua penghuni rumah sudah lebih dulu di evakuasi ke rumah gue dengan membawa apa saja yang bisa dan sanggup untuk dibawa.

Menyedihkan. Mengerikan. Meninggalkan memori yang buruk di bulan Ramadhan ini.
Saat ini mereka semua masih ngungi di rumah. Entah sampai kapan. Entah kapan rumah itu bisa dibangun kembali. Entah masih bisa dan sanggup kembali ke rumah itu. memori itu begitu melekat bagi mereka. Dua kali kebakaran hebat dalam kurun waktu yang singkat. Saat ini, entah bagaimana mereka semua korban kebakaran--tidak hanya di tambora, karena beberapa waktu ini sering sekali terjadi kebakaran--disengaja atau tidak tidak ada yang tahu jawabannya.

Apakah benar ini cara Jakarta -ibukota tercinta- berbenah diri?

Kamis, 20 September 2007

My Wildest Dream

Salah satu talk show yang paling rajin gue tonton dan hampir sebagian penduduk bumi yang hidup dan punya televisi di rumahnya adalah Oprah. Dan yg paling gue suka adalah ketika acara ini ngambil tema mewujudkan "The Wildest Dream" penontonnya. Rasanya pengeeeen banget jadi salah satu yang beruntung diwujudkan keinginannya--ngarepp--.
Talking about dream, gue punya beberapa mimpi yang sejak dulu gue simpen rapat2 dalem hati.
Novel
Sejak umur gue masih dikategorikan bocah, gue udah seneng nulis--entah kenapa. Awalnya gue rajiin banget nulis Diary --well,mungkin banyak anak gadis lain yang melakukan hal yang sama-- lama kelamaan gue mulai nulis-nulis cerpen. Cerpen pertama gue bikin waktu gue kelas 1 smp, yang kalo gue baca lagi sekarang --masih gue simpen rapih-- suka agak-agak geli plus malu aja ngebayangin kalo yang cerpen yang gue baca yang bercerita tentang cinta dengan lawan jenis yang norak banget adalah tulisan gue jaman bocah. Sempet berpikir, ampun masih bocah aja udah bisa nulis-nulis soal cinta-cintaan.

Dan dengan maraknya novel-novel ringan spt metropop,chiklit,dan novel-novel komedi cinta gue makin menggebu untuk mewujudkan impian gue tuk at least meluncurkan sebuah novel karya gue sendiri--bisa ngga ya??. Ada sedikit rasa iri yang menyelip di hati gue waktu ngebaca biodata penulis novel yang gue beli..and guess what?? dia seumur dengan gue, jadi prinsip gue kalo mereka bisa kenapa gue ngga bisa--setidaknya akan gue coba. Berhasil atau ngga nya kita lihat aja nanti, yang penting sekarang menurut gue adalah meniti jalan menuju ke arah itu. Semoga aja gue ngga patah arang, karena kejelekan gue yang nomor satu adalah Malas Memulai..

Oia, baru aja selesai baca novel Indonesian Idle karya mba Okke 'sepatumerah' ttp://blog.sepatumerah.net novel ini bikin gue terbangun, bahwa yang bisa mengubah jalan hidup seseorang adalah usaha dari orang itu sendiri. Dan apabila segala usaha yang dilakuin seperti hanya mendatangkan masalah..percayalah bahwa itu adalah sebagian dari jawaban yang belum terungkap. Point pentingnya lagi adalah bahwa sejauh-jauh kaki kita melangkah, rumah adalah surga dunia yang terindah.

PS : Doakan semoga mimpi ku cepat terealisasi. amiiin.

Senin, 17 September 2007

The Battle

Huaaaaa..Finally V.Rossi jawara lagi setelah sekian seri ga bisa naek podium...terbalas sudah di sirkuit estoril kemarin. Baru di seri ini juga bisa lihat the doctor fight dari posisi 5 ke 1..apalagi waktu susul-susulan sama pedrosa..wuihh..deg-degan abisss...yah, walaupun selisih poin sama stoner masih gede, tapi lumayanlah bikin penonton semanget lagi nonton moto GP...

Rabu, 12 September 2007

Adilkah??

Hidup di ibukota memang tidak selamanya senang dan tidak semua orang bisa merasakan kesenangan, kenyamanan, dan keamanan yg sama. Hampir semua penduduk kota jakarta mengeluhkan kemacetan, polusi, tingkat kebersihan yang rendah dan bla..bla..bla.. lainnya yang jadi makanan sehari-hari orang jakarta. Gue salah satunya, setiap pagi berangkat dari rumah ke kantor untungnya tidak mengalami kemacetan di pagi hari tapi kalau sore hari jangan ditanya deh.. perjalanan yang biasanya cuma makan waktu 45 menit bisa jadi 2 jam--dgn waktu selama ini gue harusnya bisa sampe bogor yah--Dan ada satu pemandangan yang gue temuin setiap harinya adalah para penghibur didalem bis kota.
Pengamen..setiap orang yang pernah naek bus kota pasti pernah dapet hiburan dari pengamen. Dari yang nyanyi bener2 niat--bawa2 alat musik (biasanya gitar+drum yg cuma ada bagian atasnya)-- dan punya suara yg lumayan enak didenger sampe yang ngamen dengan alakadarnya--yg model gini biasanya yg kedengeran cm gumamanny aja, malah lebih mirip kaya orang ga bisa ngomong..upss, sori..kasar memang tapi memang begitu adanya demi memenangkan belas kasihan dari penumpang-- Dan ironisnya, semakin lama profesi ini semakin menjamur..jangan2 udah jadi the most wanted job kali ya....
Pengemis..biasanya orang yang udah tuaa, punya cacat fisik, baru keluar dari penjara (yg ini paling nyeremin, coz ngemisnya sambil ngebentak-bentak) atau yang paling mengenaskan dan mengesalkan adalah ibu2 dengan menggendong bayi yang masih kecil..bahkan anak2 kecil dengan menggendong ade bayi mereka..dan parahnya kerja mereka tidak mengenal siang dan malam..Sering bertanya dalam hati, sebegitu sulitnya kah keadaan mereka hingga mengorbankan anak2 yang masih kecil demi uang2 kecil dari para penumpang-- Dan ironisnya, semakin lama profesi ini semakin digemari terbukti dari jumlahnya yanga semakin meningkat dan meningkat..
Pemerintah sepertinya sudah mulai gerah dengan menjamurnya profesi2 baru ini..baru2 ini telah dikeluarkan perda yang mengatur pembersihan pengemis, asongan, dan pedagang kaki lima..peraturan diberlakukan tidak hanya untuk mereka, tapi juga untuk orang2 berhati baik yang memberikan sedikit sedekah kepada mereka...siapa pun yang memberikan uang kepada pengemis akan di ganjar hukuman kurungan atau denda uang..Hmmm..dilema memang, ini ibarat dua sisi koin yang berbeda. Disatu sisi kita ingin membantu mereka agar merasakan hidup yang sedikit lebih baik, di satu sisi lain bantuan ini malah tidak menjadikan mereka menyadari dan membangun hidup tetapi dijadikan sebagai tumpuan hidup dan sumber mata pencaharian mereka...
Apakah Perda ini benar2 solusi terbaik...apakah akan ada perubahan.
Gue cuma berharap kehidupan ini akan menjadi lebih baik untuk semua orang.